Blogroll

Pages

Visit Bandung......The City Of Flowers

Lovely Bandung - PARISJ VAN JAVA.

Beautiful Bandung.

Visit Bandung......The City Of Flowers.

Go Bandung Kota Kembang.

Sunday, October 2, 2011

From Bandung With Batik

Ada yang berbeda ketika saya datang ke Car Free Day di Jl. Ir. H. Djuanda Bandung pada hari Minggu tanggal 02 Oktober 2011, karena saya melihat banyak pejalan kaki maupun pengendara sepeda mengenakan pakaian batik. Awalnya saya sedikit heran dengan pemandangan tersebut, tetapi setelah saya ingat-ingat dan juga sedikit bertanya ke beberapa orang di sekitar saya, ternyata hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional (HBN).

Peringatan HBN itu sendiri dimulai sekitar pukul 7.00 WIB. Hampir 500 orang berkonvoi bersama Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Yusuf dan para duta batik. Konvoi pejalan kaki dan pengendara sepeda itu dimulai dari rumah dinas Wakil Gubernur Jabar di Jl. Ir. H. Djuanda No. 148 Bandung sampai ke Galeri Cita Batik.

Saturday, October 1, 2011

Visualisasikan Kesuksesan Anda

Sebelum mulai membaca artikel ini, ada sebuah hal penting yang perlu Anda lakukan, yaitu”Coba sama sekali jangan memikirkan buah mangga.” Ini penting. Jangan membaca artikel ini sebelum Anda benar-benar menghilangkan bayangan tentang buah mangga dari benak Anda.  Bagaimana, berhasilkah Anda untuk tidak membayangkan buah mangga?
Dapat dipastikan Anda malah justru membayangkan buah mangga di pikiran Anda. Pikiran bawah sadar kita tidak dapat mengerti kalimat negatif seperti kata “jangan”, sehingga pikiran bawah sadar hanya berfokus pada buah mangga. Kebanyakan orang memikirkan apa yang tidak mereka inginkan, alhasil pikiran bawah sadar justru akan mewujudkannya.

Pada suatu hari, Socrates sedang duduk di pinggiran kota dan seorang anak muda datang menghampirinya dan bertanya,”Saya ingin pindah ke kota Anda, tolong beri tahu saya seperti apa orang – orang di kota ini?” Socrates bertanya,”Bagaimana perilaku orang – orang di kota Anda sebelumnya?” Sang anak muda menjawab,”Orang – orang di kota saya umumnya suka berbohong, mencuri dan jahat, maka dari itu saya memutuskan untuk pindah.” Mendengar jawaban itu, Socrates menjawab,”Penduduk di kota ini sama dengan penduduk kota Anda, sebaiknya Anda terus mencari.”  Setelah anak muda itu pergi, tidak lama kemudian, datang seorang anak muda lain menghampiri Socrates dan bertanya hal yang sama. Socrates kembali bertanya seperti apa penduduk di kota sebelumnya. Sang anak muda menjawab,”Penduduk kota kami adalah orang – orang yang menyenangkan. Kami saling tolong menolong, jujur dan pekerja keras. Tujuan saya pindah adalah untuk mengenal dunia lain selain kota tercinta saya.” Kali ini Socrates menjawab,” Anda akan menemukan kota ini sama dengan kota Anda. Silakan bergabung dengan kami.”

Monday, September 26, 2011

Believe in Your Self

Masih ingat cerita anak-anak tentang lokomotif yg bisa berbicara dalam buku cerita anak-anak berjudul ‘The Little Engine That Could’ yang ditulis oleh Mary C. Jacobs??? di buku tersebut di ceritakan tentang lokomotif yang mendapat tugas menarik serangkaian gerbong yang sangat panjang dan berat melintasi sebuah gunung yang sangat tinggi. Semua lokomotif menganggap tugas tersebut mustahil, kecuali sebuah lokomotif kecil. Lokomotif lainnya yang jauh lebih besar dan kuat mencemooh lokomotif kecil ini. Mereka menganggap diri mereka yang lebih kuat saja tidak akan sanggup mengemban tugas seperti ini, apalagi lokomotif kecil yang lemah itu
.
Tanpa mengindahkan cemoohan lokomotif lainnya, si lokomotif kecil berusaha menghela rangkaian gerbong ke atas bukit. Tak henti-hentinya ia berpikir, “aku bisa, aku bisa!” Dengan mengerahkan seluruh kemampuannya ia terus mendaki dan akhirnya berhasil melewati puncak bukit.Walaupun demikian, bukan berarti kisah yang sama tidak terjadi di dunia nyata.

Tuesday, September 13, 2011

Dare To Dream

Only who  can see the invisible, can do the impossible! (Hanya mereka yang dapat melihat sesuatu yang tak nampak, yang mampu melakukan sesuatu yang mustahil) Thomas Craliley


Sebenarnya secara tidak langsung kita diajari memiliki mimpi besar dan cita-cita tinggi. Tapi sekarang? Seakan semua berubah 180 derajat. Ajaran-ajaran yang dulu kita dapatkan sirna begitu saja seakan diterbangkan angin lalu. Dengan perjalanan waktu kita semakin bertambah dewasa. Tapi dengan bertambahnya usia tidak serta merta membuat kita semakin berani bermimpi yang lebih tinggi. Justru sebaliknya, banyak yang kemudian semakin tidak berani bermimpi.

Padahal meraih kesuksesan adalah sebuah pilihan. Merangkai mimpi menuju harapan yang cerah adalah hak setiap orang. Semua insan boleh berharap, berangan - angan menjadi dan melakukan yang terbaik. Semua itu pilihan. Jika memang ingin meraih apa yang pernah kita canangkan sebagai cita-cita, maka yang pertama kali harus kita lakukan adalah memilih jalan kesuksesan tersebut. Pilihan itu akan membentuk sebuah paradigma yang kembali akan membentuk sikap kita, karena paradigma itu akan menanamkan sebuah visi yang akan mengarahkan kita kepada apa yang menjadi pilihan hidup kita.

Semua orang pernah melakukan kesalahan. Semua orang pernah keluar dari jalur yang telah ia pilih sebagai jalan hidupnya. Namun cukuplah satu kali kesalahan itu menjadi pembelajaran yang bermakna, yang justru akan menjadikan kita sebagai manusia yang “tak akan pernah salah lagi”. Orang cerdas akan menjadikan kesalahan sebagai referensi sekaligus motivasi agar ia tak pernah jatuh pada lubang yang sama. Ia juga akan menjadikannya sebuah tantangan. Ia tertantang untuk membuktikan bahwa ia mampu mengatasi, atau bahkan menaklukkan kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Konsekuensi logisnya, ia akan mampu menjadi luar biasa justru dari kesalahan itu. Kesalahan adalah guru yang paling efektif untuk membina seseorang.

Followers

Search This Blog

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More